![]() |
| Fhoto : Olah TKP Kejadian |
HNNews.com // Tulang Bawang // Keluarga Alpian korban percobaan pengeroyokan oleh ke 7 pelaku, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Tulang Bawang untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelakunya. Pada hari Sabtu 21 Febuari 2026
Terhitung sejak tanggal.11 Desember 2025. Berdasarkan Surat Laporan Polisi Nomor. (LP/B/288/X11/ 2025/SPKT/Polres Tulang Bawang/Polda Lampung) Sejak laporan lebih tiga (3) bulan lamanya sampai saat ini belum ada kejelasan dari penyidik Polres Tulang Bawang, saat dihubungi dan chat WhatsApp tidak ada jawaban.
Korban Alpian Menceritakan kepada Andre Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI TUBA) kronologis kejadian percobaan Pengeroyokan oleh para pelaku. Kejadian bermula disaat korban Alpian lagi beristirahat dalam gubuk derita melepaskan lelahnya sekitar pukul 13:00 wib. Tiba-tiba datang para pelaku diduga sekitar 7 orang membawa senjata tajam (GOLOK) mendatangi gubuknya. Sehingga para pelaku merusak 1. Unit kendaraan roda dua Motor petani. Serta menjarah di dalam Gubuk Derita sehingga Korban Alpian mengalami Kerugian sebagai berikut. 1. Hp android (2). Beras. rokok dll.
Korban Alpian merasa dirinya terancam karena melihat situasi tidak lagi bisa terkendali. Maka Alpian dan ke (2) dua orang yang membajak sawah pergi meninggalkan lokasi dan diduga di kejar oleh para pelaku, sehingga tidak sempat membawa kendaraan korban ya lebih penting menyelamatkan diri. Ucap Alpian
Andre : Ketua DPC PPWI TUBA. Kecam keras para pelaku atas Dugaan percobaan pengeroyokan terhadap korban Alpian dan meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Tulang Bawang. Terlebih lagi kepada Kasat Reskrim yang baru ini Bapak AKP Apfryyadi, kami dari DPC PPWI TUBA meminta untuk menindak tegas para pelakunya. Ungkap Andre
Andre menambahkan," Harapan kami kenapa mengambil tindakan tegas supaya jangan sampai adanya pertumpahan darah dan jatuh korban jiwa. Apalagi terduga pelaku pengeroyokan salah satunya oknum Berinisial (YL)." Mengatakan bahwa dirinya tidak mengurus tanah sawah itu lagi dan sudah diserahkan semua permasalahan itu kepada oknum berinisial (YK) tetapi (YL) ini kenapa harus mengejar korban Alpian bahkan membawa beberapa preman dari luar kabupaten tulang bawang." Tuturnya (Tim/Red)
