Diduga Kios Pupuk Subsidi Menjual Melebihi Harga HET, Bahkan PPL Ada Main Dengan Oknum Kios.

 

Fhoto : Kios Cinta Abadi Yang Diduga Menjual pupuk bersubsidi Melebihi Harga Het


Tulang Bawang - HNNews.com - Mungkin karena lancar setoran upeti kiri kanan, sehingga fungsi pengawasan seakan akan telah lumpuh, begitulah asumsi masyarakat, pada hari Sabtu (23/08/2024).

Padahal hampir semua pemilik kios pengecer pupuk subsidi di Kabupaten Tulang Bawang     diduga bebas menjual pupuk subsidi.  diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), kondisi tersebut membuat publik apatis dan pesimis, bahkan PT PUSRI selaku stakeholder yang dipercayakan oleh Pemerintah dinilai bersikap ambigu/ganda, tanpa ada upaya dan tindakan terhadap kios pengecer serta distributor yang nakal.

Selain PT Pupuk pusri keberadaan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Tulang Bawang, dipertanyakan keberadaannya yang terkesan lumpuh tak berfungsi. Sementara petani tidak berdaya melawan,“ mafia pupuk yang menindas rakyat kecil dan petani sawah yang dilakukan oleh kios Cinta Abadi yang menjual pupuk bersubsidi melebihi harga Het yang diduga dilakukan oleh oknum pengecer berinisial (AN) dan istrinya di dua (2) kampung yaitu kampung Hargo Rejo dan kampung Hargo Mulyo, yang lebih tercengang lagi, oknum (AN) adalah seorang oknum Polisi Polres Tulang Bawang, bertugas di Polsek Rawa Jitu Selatan."ujarnya

Harga pupuk subsidi yang di jual kepada petani yang terdaftar dalam E RDKK diduga sudah berlangsung bertahun tahun dengan tarif di atas HET di setiap kios pengecer pupuk subsidi di Kabupaten Tulang Bawang dan  Mustahil PT.Pusri atau Dinas Pertanian tidak mengetahuinya kecuali mereka tutup mata.

“Tidak mungkin PT Pusri dan Dinas Pertanian serta PPL kecamatan dan APH tidak mengetahui harga pupuk yang dijual oleh salah satu dan kios di atas HET, kecuali diduga mereka tutup mata, bahkan diduga PPL berinisial (IA) di Kecamatan Rawa Jitu Selatan kuat dugaan makan gajih buta, dikarenakan keluh kesah petani sawah yang kekurangan pupuk bersubsidi bahkan jatah pupuk subsidi untuk kelompok tani bisa berkurang itu di ucapkan oleh salah satu kelompok tani yang berada di kampung harga Mulyo." Ucapnya

Menurut Andreyadi, Harga pupuk subsidi jenis urea dan NPK yang dijual oleh distributor  kios pengecer rata rata di atas HET antara Rp160.000 ribu rupiah urea dan Rp160.000 ribu rupiah phonska  per'karung netto 50 kg.

"Jika fungsi pengawasan efektif, Dinas Pertanian dan bisa menanyakan langsung kepada semua petani yang namanya terdaftar di RDKK,”  jelas para petani akan berbicara. Bahwa mereka yang tergabung dalam kelompok tani kekurangan pupuk bersubsidi.

Pernyataan PT Pusri dan pemerintah akan bertindak tegas terhadap distributor dan Kios pengecer yang jual pupuk subsidi di atas HET, hanya “Lip Service” untuk menutupi bobrok nya pengawasan dan sibuk bangun pencitraan Sebelumnya dalam pemberitaan  media

“Aturan sudah jelas, maka kami tidak segan untuk melaporkan Oknum berinisial (IA) yang diduga sebagai yang bertanggung jawab terhadap petani - petani di wilayah kecamatan rawa jitu selatan, akan kami laporkan di Dinas Pertanian Kabupaten Tulang Bawang hingga kios yang terbukti menjual pupuk di atas HET." tegas Andreyadi (Tim/Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال