Andreyadi Ketua DPC PPWI Tuba Angkat Bicara Permasalahan, Pupuk Subsidi Diduga Pengecernya Oknum Polisi Terkesan Kebal Hukum.

 

Fhoto: Kios Cinta Abadi Diduga Jual Pupuk Subsidi Melebihi Harga Het di Dua (2) Kampung


Tulang Bawang  - HNNews.com - Mungkin dugaan karena lancar setoran upeti kiri kanan, sehingga fungsi pengawasan seakan akan telah lumpuh, begitulah yang dikatakan oleh Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia Kabupaten Tulang Bawang (DPC PPWI Tuba) bapak Andreyadi di saat wawancara oleh rekan - rekan media, pada hari Selasa (03/09/2024).




Padahal hampir semua pemilik kios pengecer pupuk subsidi di Kabupaten Tulang Bawang     diduga bebas menjual pupuk subsidi, diatas Harga Eceran Tertinggi (HET), kondisi tersebut membuat publik apatis dan pesimis, bahkan PT PUSRI selaku stakeholder yang dipercayakan oleh Pemerintah dinilai bersikap ambigu/ganda, tanpa ada upaya dan tindakan terhadap kios pengecer serta distributor yang nakal.




Selain PT Pupuk pusri keberadaan Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Tulang Bawang, dan Dinas Pertanian serta, bagian khusus reskrim unit Tipidter Polres Tulang Bawang, dipertanyakan dan pengawasan yang terkesan lumpuh tak berfungsi. Ungkapnya



Andre melanjutkan. Sementara petani tidak berdaya melawan, “mafia pupuk yang menindas rakyat kecil dan petani sawah, maka petani di Se-kabupaten Tulang Bawang, kekurangan bahkan sulit untuk mendapatkan pupuk subsidi, salah satunya yang dilakukan oleh  kios Cinta Abadi yang menjual pupuk bersubsidi melebihi harga Het yang diduga dilakukan oleh oknum pengecer berinisial (AN) adalah seorang oknum Polisi bertugas di Polsek Rawa Jitu Selatan."ujarnya



Harga pupuk subsidi yang di jual kepada petani yang terdaftar dalam E RDKK diduga sudah berlangsung bertahun tahun dengan tarif di atas harga HET di setiap kios pengecer pupuk subsidi di Kabupaten Tulang Bawang dan mustahil PT.Pusri atau Dinas Pertanian dan Aparat Penegak Hukum (APH) tidak mengetahuinya kecuali mereka tutup mata serta bisa diduga mendapatkan upeti dari mafia pupuk bersubsidi.tegasnya



"Keluh kesah petani sawah kepada rekan-rekan media yang merasa kekurangan pupuk bersubsidi bahkan jatah pupuk subsidi untuk kelompok tani bisa berkurang itu di ucapkan oleh salah satu kelompok tani yang berada di kampung Hargo Mulyo." Ucapnya



Menurut keterangan poktan dan gapoktan, Harga pupuk subsidi jenis urea dan NPK yang diduga dijual oleh distributor kios Cinta Abadi pengecer berinisial (AN) dugaan oknum polisi rata rata melebihi harga HET mencapai Rp160.000 ribu rupiah urea dan Rp160.000 ribu rupiah phonska  per'karung netto 50 kg. Ucap Gapoktan dan Poktan saat di wawancara oleh awak media


Andreyadi menambahkan," Minimnya pengawasan APH sehingga mafia pupuk subsidi semakin merajalela, apa lagi mafia pupuk bersubsidi adalah seorang anggota Polri yang semestinya mengawasi dan mengayomi masyarakat terutama para petani, bukannya terlibat dalam bisnis jual pupuk bersubsidi." Tuturnya



Andreyadi melanjutkan  Sampai saat ini saya mencoba menghubungi dan mempertanyakan tindak lanjut pemberitaan rekan-rekan media kepada  diduga sebagai Kanit Tipidter Reskrim, Polres Tulang Bawang, bapak IPDA Kohar Azhari untuk konfirmasi masalah tersebut, tetapi sangat disayangkan chat WhatsApp saya tidak ada jawaban sampai berita ini di terbitkan. Ujar Andreyadi Ketua DPC PPWI Tuba 

(Tim/Red)







Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال