![]() |
| Fhoto : Terduga Dua Pelaku Pengeroyokan dan Penganiayaan Belum Tertangkap (DPO) |
HNNews.com // Tulang Bawang // Orang tua korban Aprina 40thn Kecewa atas kinerja para oknum polisi penyidik Satreskrim Polres Tulang Bawang yang bertele-tele dalam kasus anaknya yang bernama : Nisa Nadia (19thn) korban pengeroyokan dan penganiayaan sangatlah merasa sedih dan kecewa lantaran pelaku penganiayaan terhadap anakya masih berkeliaran dan belum diamankan oleh pihak polisi serta diduga kuat Satreskrim Tulang Bawang belum berhasil menangkap pelaku penganiayaan di sertai pengeroyokan menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Kabupaten Tulang Bawang.
Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/B/43/ll/2025/SPKT/Polres Tulang Bawang / Polda Lampung tanggal. 09 Pebruari. Pukul.16:31 Wib, dimana Nisa Nadia sebagai korban penganiayaan dijalan Lingai, Kecamatan Menggala.Kabupaten Tulang Bawang.
Dan Laporan Polisi Nomor : LP/B/43/ll/2025/SPKT/Polres Tulang Bawang, menyebutkan Nisa Nadia Binti Apriyadi sebagai pelapor tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan sekira jam.12:30 wib. yang dilakukan oleh dua (2) pelaku yang bernama : MARINDA dan Keponakannya bernama : VERA yang diduga sebagai salah satu mahasiswi universitas Malahayati Bandar Lampung. Mengambil Jurusan (Kesehatan Masyarakat).
Andreyadi Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia Tulang Bawang (DPC PPWI TUBA) Mengatakan.“ Saya sangat merasa sedih dan kecewa serta prihatin oknum polisi Aparat Penegak Hukum (APH) yang ada di Kabupaten Tulang Bawang. Pasal'nya sampai pada saat ini pelaku penganiayaan Nisa Nadia belum juga tertangkap." Ucap Tegas Andre Ketua DPC PPWI TUBA pada hari Kamis (20/11/2025)
Lanjut Andre. Hal ini menjadi suatu tamparan keras bagi Pihak Polres Tulang Bawang, khusus'nya Satreskrim hanya dua (2) orang pelaku penganiaya dan pengeroyokan sejak tanggal Laporan pada Bulan 02.Pebruari sampai Bulan 11.November sudah (9) Sembilan Bulan lamanya sampai hari inipun kasusnya. Terduga (2) dua pelaku belum tertangkap. Ucap Tegas Andre
Keluarga Korban berharap kepada aparat kepolisian Polres Tulang Bawang jangan tidur dan jangan bertele-tele dalam kasus korban Nisa Nadia apalagi 2 pelaku seorang perempuan begitu saja tidak bisa ditangkap. Semestinya Satreskrim Tulang Bawang malu donk dengan berita di Humas Polres Tuba yang sering menangkap kasus curat dan curanmor yang sedang asik dan viral-viral nya berita.Tuturnya
Awak Media Kabupaten Tulang Bawang bisa melihat fakta sesungguhnya yang tidak sesuai dengan yang dilihat. Faktanya 2 pelaku apalagi seorang perempuan salah satunya (1) mahasiswi universitas Malahayati saja tidak bisa mereka tangkap. Yaitu Marinda dan Vera adalah Mahasiswi universitas Malahayati Bandar Lampung yang diduga kuat ikut melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap Korban Nisa Nadia.
Ironisnya, informasi yang disebutkan dari keluarga korban, bahwa beberapa hari sebelum penyelidikan pelaku sedang berada di rumah seperti orang yang tidak ada permasalahan, peristiwa ini mulai melakukan penyelidikan oleh Oknum Polisi yang bernama Hendra, selaku penyidik Nisa Nadia itupun karena sudah mulai di viralkan lewat berita media HNNews.com, Dua (2) pengacara atas nama Komi dan Mawardi dari pihak pelaku penganiayaan mendatangi rumah keluarga korban sembari membujuk supaya bisa berdamai secara kekeluargaan. Tutur Aprina Ibu Korban
bertambah lagi Keraguan Rakyat Indonesia Masyarakat dan Warga. Tentang Kinerja pihak aparat kepolisian khususnya Satreskrim Polres Tulang Bawang. Kemana lagi masyarakat warga menga dan melaporkan setiap adanya kejahatan, apabila Aparat Penegak Hukum (APH) nya seperti ini pelayanan dan mengayomi masyarakat seolah-olah diabaikan. Jangankan kita masyarakat kecil untuk melaporkan hal tersebut. bahkan BID.PROPAM POLDA LAMPUNG, saja yang memerintahkan mereka saja diduga tidak di hiraukan oleh Oknum polisi Satreskrim Polres Tulang Bawang. Tegas DPC PPWI TUBA (Tim/Red)
