Diduga Kuat Penangkapan Dodi DPO Bocor Oleh Oknum Polisi. Bahkan Pelaku Pengeroyokan dan Penjarahan Bebas Berkeliaran Dikampung Gedung Meneng.

 

Fhoto : Pelaku Dodi DPO Membawa Golok  dan Penangkapan Bocor Oleh Oknum Polisi


HNNews.com // Tulang Bawang //  Diduga kuat Dodi Daftar Pencarian Orang (DPO) tekab 308 presisi Polres Tulang bebas berkeliaran di kampung gedung meneng. Kecamatan Gedung Meneng, pelaku Dodi DPO tidak asing lagi dikalangan masyarakat warga kampung gedung meneng, atas keresahannya pelaku yang sering mencuri rumah kosong dan Curanmor saat Masyarakat Menghadiri undangan pernikahan atau hendak keluar kampung. Pada hari Kamis.07 Mei 2026.



Menurut nara sumber beberapa masyarakat Kampung Gedung Meneng. Saat awak media wawancara dengan masyarakat sekitar yang enggan namanya disebutkan sebut saja: CAK CULAI," bukan gak mau membantu, tapi mereka takut untuk menunjukkan tempat persembunyian pelaku Dodi. Tau sendiri bang orang disini mereka tidak mau berurusan dengan polisi, dan percuma saja melaporkannya kalau tidak ada tindakan dan penangkapan dari pihak Polisi." Ucapnya



" Pasalnya sudah sering kali di laporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH), tetapi abang bisa lihat sendiri masih bebas berkeliaran, bahkan anggota polisi dari Polres Tulang Bawang turun mereka sudah duluan bersembunyi. Bahkan diduga kuat ada keterlibatan beberapa orang contohnya kakak kandungnya sendiri melindungi pelaku Dodi DPO Tekab 308." Ungkap Cak Culai 



Dalam hal ini juga diperkuat oleh salah satu anggota Tekab 308, saat awak media konfirmasi dengan via chat WhatsApp menanyakan  terkait pelaku Dodi DPO masih bebas berkeliaran di Kampung Gedung Meneng. Ujar awak media 



"Bang bukan kami tidak mau menangkap Dodi DPO tersebut, emang sudah lama kami cari tapi Dodi ini tidak pernah keluar kampung gedung meneng induk saat dia mencuri rumah kosong." Susahnya masyarakat disana tidak ada yang mau diajak kerja sama dan menunjukkan tempat persembunyiannya untuk menangkap pelaku Dodi DPO. Jadi biarin aja mereka yang susah sendiri." Tegas salah satu oknum Tekab 308 kepada awak media 




Menurut Andreyadi Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI TUBA) seorang DPO Tekab 308 ini, bisa jadi saya duga di lindungi kakak kandungnya yang bernama Yusril, kanapa saya sampaikan seperti ini," lihat saja saat dalam perkara tanah sawah keluarga Relli, salah satu keluarganya bernama : Alpian  menjadi korban pengeroyokan dan penjarahan oleh terduga pelaku Yusril dan rombongannya salah satunya ialah adiknya Dodi DPO Tekab 308 melakukan pengeroyokan dan penjarahan serta merusak kendaraan milik petani." Tuturnya



Andre menambahkan, bahkan dalam penyerangan terhadap saya dijalan menuju sawah. Yusril dan rombongannya menghadang kami dijalan hendak ke sawah salah satunya ialah Dodi DPO, sehingga terjadi bentrokan, keributan, berkelahi tidak terhindarkan dan pelaku Dodi DPO tersebut terluka dibagian kakinya, terkena senjatanya sendiri dan mendapatkan 12 jaitan kalau kata orang Lampung ( Senjatow mengan tuan now sayan) bahasa Indonesia ( Senjata makan tuannya sendiri). Imbuhnya 



Menjadi pertanyaan kenapa pelaku Dodi DPO Tekab 308 ini tidak melaporkan ke pihak kepolisian," karena dirinya sendiri sudah menjadi incaran anggota Tekab 308 sehingga luka kakinya,(dua belas jaitan) (12) di obati Bidan terdekat dikampung gedung meneng induk. Dan tidak berani keluar kampung halamannya. Jelasnya



Bahkan bocornya penangkapan pelaku Dodi DPO oleh anggota Tekab 308 Presisi Polres Tulang Bawang, disaat turun pada tanggal 25 Maret 2026 bisa diduga oleh pihak oknum polisi atas nama Riki Setiawan. Sebagai Kasat Intel Polres Tulang Bawang. Saat itu saya memberikan informasi terkait Dodi DPO tersebut sekitar. Jam 11:53 WIB. Tapi tidak lama Dodi DPO Tekab 308 mereka pulang dari lokasi sengketa tanah ke Kampung Gedung Meneng sekitar Jam.12:10 WIB. Kata andre



Kecurigaan semakin kuat ketika saya dan teman membawa kelotok air ke Kampung Gedung Jaya. kecamatan Rawa Pitu. Dan chat WhatsApp dengan bapak Riki Setiawan menanyakan posisi mereka dimana. Sekitar Jam.13:55 WIB. Baru di balas sekitar jam.15:28 wib. Tidak lama dari chat WhatsApp. Yusril dan bapak Karim orang tuanya yusnadi dan preman sewaan dari Jepara lewat dari arah Polsek Rawa Pitu menuju jembatan pasar sp.6. kecurigaan saya semakin jelas ko bisa Dodi DPO bisa pulang secepat itu dari lokasi tanah lahan sengketa, hanya hitungan 17 Menit dari saya memberikan laporan kepada Riki Setiawan Kasat Intel Polres Tulang Bawang.Terkait keberadaan Dodi DPO Tekab 308, lanjutnya 


Kanit Intel Polsek Rawa Pitu meminta saya dan Relli datang ke Polsek Rawa Pitu mencari solusi kalau mau Mediasi tapi saya tolak, karena harapan kami semoga pelaku Dodi DPO ditangkap bukan mau mediasi yang dikatakan oleh pak Erwin Kanit Intel Polsek Rawa Pitu.


Pada tanggal 1 April 2026 saya chat WhatsApp kepada Riki Setiawan Kasat Intel Polres Tulang Bawang, untuk konfirmasi dan wawancara mengambil stekmen tentang permasalah Mediasi pada tanggal 30 Maret 2026 melakukan perdebatan kepada pihak keluarga Relli. Atas ke tidak netral'nya oknum polisi supaya dalam menaikan berita kami dari DPC PPWI TUBA tidak Hoax. Tapi sampai saat ini Kasat Intel. Bapak Riki Setiawan tidak berkenan menemui awak media. Tutupnya (Bersambung).(Red)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال