Diduga Kuat (APH) Satreskrim Polres Tulang Bawang Bungkam. Permasalahan Tindak Lanjut Para Pelaku Pengeroyokan Penjarahan. Diduga Salah Satunya DPO. DODI Pernah Bawa Kabur Borgol

 

Fhoto : Alpian Korban Pengeroyokan Dan Penjarahan Memenuhi Permintaan Penyidik Tapi Hanya Bicara Bukan Keterangan Tambahan 


HNNews.com // Tulang Bawang // Dalam hal ini sangatlah disayangkan oknum anggota polisi Polres Tulang Bawang yang pada saat ini tidak bisa memberikan informasi kejelasan tentang tindak lanjut laporan korban pengeroyokan dan penjarahan di Gubuk atas nama korban bapak Alpian.


"Pasalnya laporan tersebut Terhitung sejak tanggal.11 Desember 2025. Berdasarkan Surat Laporan Polisi Nomor. (LP/B/288/X11/ 2025/SPKT/Polres Tulang Bawang/ Polda Lampung. Menghubungi lewat via WhatsApp tentang tindak lanjut pada 28 Januari 2026 penyidik menyatakan.  Sebentar bang nanti saya hubungi." Tutur penyidik lewat chat WhatsApp 


Andre melanjutkan. Sejak tanggal 28 Januari 2026 tidak ada kabar dan tidak ada kejelasan dari oknum penyidik, saya chat WhatsAp pada tanggal 19 Februari 2026 sekitar jam 13:47.Wib. isi dalam chat WhatsApp saya," Dikala laporan keluarga korban tidak ada kejelasan maka Keluarga korban dan DPC PPWI TUBA, mau mengambil langkah selanjutnya karena menghadang terjadinya pertumpahan darah dan  Korban MD. Mohon petunjuknya bapak Penyidik Polres Tulang Bawang." Jelasnya 


Andre Menambahkan," Sampai pada tanggal 24 Maret 2026 pada hari Senin pagi Sekitar jam 10:00.Wib pagi. Andre dan rombongan Relli Sekitar enam (6) orang naik kelotok air bermaksud mau melihat ibu-ibu termasuk Ibu Sambou yang ikut menggarap sawahnya." Ujar Andre 


Imbuhnya. Sampai di tempat pelabuhan kelotok air kami melihat ada kelotok didepan kami serta juga ada sembilan (9) orang naik tebing sambil berjalan membawa golok, Andre dan rekan-rekan Relli berhenti sejenak untuk menghindari terjadinya bentrokan kedua belah pihak, sehingga golok Relli yang di bawa dari rumahnya, saya minta dan saya ambil dari kawannya  supaya jangan sampai ada keributan, sesuai Andre mengikuti arahan dan petunjuk dari bapak Erwin Kanit Intel Reskrim Polsek Rawa Pitu. Jangan sampai Kedua belah pihak ini Ceos. Ucapnya



Sedangkan jarak rombongan sembilan (9) orang tersebut sudah didepan jauh dari kami, ada sekitar  lebih kurang melewati 4 sawah masih jauh dari lokasi sawah yang sedang di garap. Sembari menunggu supir kelotok bapak Aan dan kawannya mengikat kelotok nya, saya dan empat orang pelan-pelan berjalan menuju sawah karena jarak mereka dengan kami ini sudah lumayan jauh. Tiba-tiba datang dari kejauhan ada salah satu yang mengarah ke kami dengan membawa parang/golok dengan muka di tutup dengan krobot menghampiri saya dan melihat adalah bapak Yusril ada sekitar jarak 5 meter dengan saya. Imbuhnya


Dia bertanya." Kalian mau kemana," Jawab saya," mau kesawah," Maksud kalian apa ucap Yusril," Andre jawab tidak ada maksud saya mau kesawah." Tidak lama dia megang dan merebut golok saya serta mau mengayunkan senjatanya yang tak bersarung lagi  ke badan saya. Tiba-tiba  datang sekitar 3 orang dari arah belakang punggung Yusril salah satunya adiknya yang DPO Tekab 308. Polres Tulang Bawang inisial DODI yang pernah di tangkap lalu kabur lagi membawa borgol anggota Tekab 308 saat Andre wawancara beberapa masyarakat dan Nara Sumber.


Rombongannya DPO DODI berlari ke arah  Relli sehingga terjadilah saling serang 1 lawan 3 merasa Relli tidak ada lagi senjata di tangannya. Lalu Relli lari mencari kayu sambil di kejar oleh DPO DODI sambil membawa golok. Sembari saya teriak jangan di kejar Adek Relli Tetapi DPO DODI masih gak perduli dengan teriakan. Ungkap Andre 


Dengan kejadian ini ucapan dan perkataan Andreyadi Ketua DPC PPWI TUBA kepada penyidik dan Kasat Reskrim benar-benar terjadi, menjadi pertanyaan besar Yusril ini menyerang Andre dan Relli ini apa, sedangkan bahasa nya dulu terkait masalah tanah dia tidak mengurusnya lagi sudah di serahkan kepada Yusnadi. 


Tetapi kenapa dia menyerang kami dan hampir terjadi pertumpahan darah serta kehilangan nyawa artinya ancamannya dulu dengan Relli benar-benar dilakukan oleh Yusril dan rombongannya. Menjadi pertanyaan besar bagi Andre kemarin saat mediasi Yusril ini tidak langsung di mintai keterangannya oleh satreskrim Polres Tulang Bawang. Bahkan diduga kuat oknum Intel melindungi bos dari Kelompok Pengeroyokan dan penjarahan tersebut yaitu Yusril yang menghadang kami di perjalanan menuju sawah. Pasalnya yang dilaporkan korban Alpian adalah pengeroyokan dan penjarahan masuk dalam kategori PIDANA bukan Perdata. Inilah bukti nyata diduga hukum bisa di bayar di Kabupaten Tulang Bawang. Untuk menegakkan keadilan sepertinya untuk orang terpandang dan orang kaya serta penguasa, tetapi bagi masyarakat miskin keadilan itu tidak pernah ada. Andre dengan tegas


Bahkan saat wawancara dengan pihak Relli yaitu bapak Elmansyah mengatakan," yang berdebat dengan saya malahan diduga Kasat Intel Riki Setiawan di ruangan saat berlangsungnya mediasi. Sedang tanya jawab dengan Elmansyah  bukan dengan pihak Yusril, Heri Somad, dan yusnadi yang adu argumentasi dengan saya pihak dari keluarga Relli malahan Aparat Penegak Hukum (APH) Polres Tulang Bawang. Ucap Elmansyah 


Tapi kami yakin bahwa Allah SWT bersama kami orang - orang yang terzhalim oleh orang menyalahgunakan jabatan dan para orang orang serakah dan tamak akan dapat ganjarannya dengan setimpal dari Allah SWT dan perkara serta permasalahan ini akan kami tindak lanjuti, bila perlu Andreyadi Ketua DPC PPWI dengan korban Alpian menindak lanjuti laporannya, sampai Bid Propam Mabes Polri dan meminta di dampingi dengan Ketua Umum PPWI Nasional Bapak. Wilson Lalengke. (Bersambung) Eps.01




Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال