![]() |
| Fhoto : Bukti Chat WhatsApp Andreyadi Ketua DPC PPWI TUBA dan Kasat Intel Polres Tulang Bawang. Bapak Riki Setiawan dan Kanit Intel Polsek Rawa Pitu Bapak Erwin |
HNNews.com // Tulang Bawang // Andreyadi : Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI TUBA). Mengecam keras tindakan atas ketidak Netral oknum pelisi Inisial : Riki Setiawan. Jabatan Kasat Intel di Polres Tulang Bawang, atas perbuatanya melakukan perdebatan dengan salah satu pihak, terkait Mediasi perkara tanah lahan di Kampung Gedung Jaya Sp8. Kecamatan Rawa Pitu. Kabupaten Tulang Bawang. Ucap Andre pada hari kamis 23 April 2026 sekitar jam.08:00.wib
Andre menambahkan." Pasalnya sebagai anggota Polri oknum Polisi Bapak Riki Setiawan, semestinya tidak menunjukkan kelakuan yang seharusnya tidak memihak dengan kedua belah pihak yang sedang bersengketa tanah lahan tersebut, sebagai anggota Polri menjunjung tinggi sumpah polri dan menghormati institusi Polri. Bukan mencela dan mengotori dengan sifat sikap yang tercela, sehingga menambah catatan warga masyarakat di Indonesia atas ketidakadilan Aparat Penegak Hukum (APH) kepada warga masyarakat miskin." Tuturnya
Andre melanjutkan. Soalnya Riki Setiawan menghubungi saya lewat Via telpon WhatsApp bahwa dirinya masih dalam perjalanan menuju Kampung Gedung Jaya. Kecamatan Rawa Pitu. Menanyakan kepada saya permasalahan kedua belah pihak yang bersengketa tanah lahan tersebut. Dan juga kejadian penyerangan terhadap saya dan rombongan relli diserang diperjalanan oleh kelompok yang dulu melakukan pengeroyokan dan penjarahan korban atas nama Alpian. Oleh kelompok Yusril bersama adiknya Dodi yang diduga sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Tekab 308 presisi Polres Tulang Bawang. Riki Setiawan Menghubungi saya lewat via telpon WhatsApp sekitar 2 Menit lamanya sampai selesai sekitar Jam 11:03.WIB pada hari Rabu.25 Maret 2026. Jelasnya
Imbuh Andre." Saya mencoba chat WhatsApp kepada Riki Setiawan ingin masuk ke tanah lahan sawah yang sengketa tersebut, supaya tidak terjadi ceos / keributan sehingga kami rela menunjukkan jalan membantu pihak kepolisian Polres Tulang Bawang, untuk melakukan penangkapan Dodi yang menjadi DPO Tekab 308, karena rombongan kelompok mereka terbagi menjadi dua. Yusril dan preman sewaan dari Jepara melewati jalan darat, dan kelompok. Dodi DPO Suwir, Usup, sari, dll melewati jalan air bawa kelotok. Pungkasnya
Sekitar Jam.11: 26.Wib saya chat WhatsApp kepada Riki Setiawan yang kami harapan ialah," ada anggota yang bersama kami lewat jalan air soalnya kelotok'nya sudah kami siapkan." Kata Andre
"Oke bang saya sampaikan KST rekrim dulu. Ucap Oknum Pelisi Riki Setiawan Kasat Intel Polres Tulang Bawang. 25 Maret 2026." Sekitar Jam.11:52. Wib
Oke bang tksh." Sekitar jam.11:53. Wib. Sembari kami menunggu informasi dari Riki Setiawan maka kami tidak masuk lokasi tanah lahan tersebut, karena kami mengingat pesan bapak Erwin Kanit Intel Polsek. Lewat via chat WhatsApp kepada Andre. Kalau bisa kita menjaga kedua belah pihak ini supaya terhindar dari terjadinya ceos / keributan. Sehingga kami fokus membantu pihak Kepolisian Polres Tulang Bawang untuk menangkap Dodi sebagai DPO. Jelas Andre
Menjadi pertanyaan besar bagi Andre Ketua DPC PPWI TUBA. Hanya berselang 17 Menit Andre mengabarkan kepada bapak Riki Setiawan terkait Dodi DPO Tekab 308 ternyata Rombongan DODI DPO TEKAB 308. Sudah Mengarah pulang ke kampung mereka di gedung meneng. Sedangkan Andre tidak pernah memberi tau warga gedung meneng, ataupun anggota Polsek Rawa Pitu, terkait dengan anggota Polres Tulang Bawang yang turun ke lokasi untuk penangkapan Dodi DPO. Tidak biasanya mereka pulang sekitar jam.12:06 WIB. Kenapa bisa tau dan bocor penangkapan Dodi DPO tersebut." Andre memberi kabar kepada oknum pelisi Riki Setiawan bahwa rombongan Dodi DPO mereka sudah pulang dari lokasi. Sekitar jam.12:10 WIB." Pungkasnya
"Ok tksh infonya." Kata Riki Setiawan balas chat WhatsApp Andre sekitar jam.13:30.Wib Membalas chat WhatsApp Andre dari jam. 12: 10 WIB artinya sekitar 1 jam 20 menit lamanya baru balas chat WhatsApp.
Sehingga dengan kecurigaan Andre maka Andre chat WhatsApp. Kepada Riki Setiawan." Abang Posisi dimana, ini rombongan kami sudah mau masuk lokasi." Kata Andre sekitar jam.13:55 WIB
"Sekitar jam.15:28. Wib Riki Setiawan balas chat WhatsApp ia mengatakan," Saya lagi di Polsek, sekitar jam.15:47 WIB. Riki Setiawan Kasat Intel Menghubungi saya untuk datang ke Polsek Rawa Pitu sekalian membawa Relli untuk melakukan mediasi.
Menurut Nara Sumber," yang tidak mau disebut namanya sebut saja. Si Mata Elang. Melihat Yusril dan Karim berboncengan motor dari arah dari Polsek Rawa Pitu dan di belakang mereka juga ada satu (1) kendaraan bermotor berboncengan juga yaitu preman sewaan dari Jepara Lampung Timur yang melintas lewat jembatan pasar sp6. Ucap tegas Si Mata Elang
Andreyadi mencoba chat pesan suara kepada bapak Erwin Kanit Intel Polsek Rawa Pitu, terkait dengan rekan saya bapak Elmansyah, bahwa dirinya di hubungi oleh bapak Erwin dalam bahasanya mediasi.
" Assalamualaikum izin bapak Erwin saya dihubungi oleh bang Elmansyah, terkait dengan bahas tentang mediasi, kalau mediasi pak Erwin keluarga Relli dan saya sudah bosan dan capek yang mendengar kata mediasi." Jelas Andre
"Gini Ndre kamu sama Relli kalau bisa ke Polsek kita ngobrol dulu cerita dulu kejadian yang kemarin ribut, seperti apa ini ada saya dan Kapolsek dan Kasat Intel, obrolan dulu nanti di cari solusinya supaya tidak terjadi ceos di lapangan." Ungkap Erwin Kanit Intel Polsek Rawa Pitu sekitar jam.16:01 wib. Pada hari Rabu 25 Maret 2026
" Iya bang Erwin maka kami tidak masuk lokasi karena kami sudah mengikuti kata bang Erwin dari kemarin sampai hari ini, supaya menghindari terjadinya ceos yang menjadi pertanyaan saya anggota Polres Tulang Bawang. Mereka turun itu tujuannya apa, penangkapan Yusril dan adiknya Dodi DPO Tekab 308 atas pengeroyokan dan penjarahan atau tujuan mereka turun mau mediasi.
Lanjut Andre," jadi begini pak Erwin kalau mediasi keluarga Relli sudah capek namanya mediasi, ini Andre pulang mau mengajak keluarga korban pengeroyokan dan penjarahan serta keluarga Relli, mendatangi Polres Tulang Bawang untuk meminta keadilan yang seadil-adilnya kepada bapak Kapolres Tulang Bawang AKBP. Yuliansyah SIK.MH.
Bila perlu kami siap tidur di Mapolres Tulang Bawang untuk bisa bertemu dengan bapak.Yuliansyah Sik.MH Kapolres Tulang Bawang. Itupun sudah pernah Menghubungi Humas Polres Tulang Bawang menanyakan bapak Kapolres Tulang Bawang karena ingin bertemu dan melaporkan kejadian ini. Ujarnya
Karena sudah berulang kali mediasi secara keluarga gak pernah ada titik temunya. Bahkan kami siap mengalah dipindahkan ke lokasi tanah yang lain demi kenyamanan keluarga Relli. Tetapi Yusril dengan otak mafia tanah, campur dengan preman tanahnya pihak keluarga Relli mau di pindahkan ke tanah yang diduga bersengketa lagi. Dengan liciknya memakai cara buat surat dulu baru Musyarawah mufakat. Sedangkan Andre ingin musyawarah mufakat dulu baru nanti di buatkan surat keterangan tanah. Tutup Andre : Ketua DPC PPWI TUBA (Bersambung) (Red)
